08/03/2010

Jamsostek Beri Manfaat Pasti Pada Buruh Rokok


Jamsostek Beri Manfaat Pasti Pada Buruh Rokok

Jakarta (ANTARA) - Kepesertaan buruh rokok pada program Jamsostek akan memberi manfaat lebih besar dan pasti karena empat program yang ada bukan hanya dijamin perusahaan (BUMN) tetapi juga dijamin oleh negara.

Direktur Operasional dan Pelayanan PT Jamsostek Ahmad Ansyori ketika dihubungi di Jakarta, Sabtu, mengatakan, di seluruh dunia, program jaminan sosial (social security) menjadi tanggung jawab negara dan dilaksanakan oleh perusahaan atau lembaga penyelenggara yang ditunjuk pemerintah.

"Hal itu untuk menjaga amanah pekerja hingga mereka pensiun," kata Ansyori. Dia memberi contoh perusahaan asuransi yang besar saja banyak yang tumbang saat krisis melanda dunia, tetapi jika dijamin negara maka uang itu akan aman hingga negara itu tetap berdiri.

Karena program jaminan sosial sudah dirancang oleh lembaga internasional agar dilaksanakan secara prudent (hati-hati) dan lembaga penyelenggara yang memegang amanah dana pekerja memiliki rambu-rambu yang ketat dalam berinvestasi.

Dia memberi contoh, PT Jamsostek diaudit oleh BPK setiap tahun agar dana aman hingga mereka pensiun.

Mengenai manfaat dari kepesertaan, Ansyori mengatakan karena sistem yang dipakai subsidi silang, maka manfaat yang didapat lebih besar. Santunan kematian akibat kecelakaan kerja hingga 40 gaji, pengembangan dana jaminan hari tua lebih besar dari bunga deposito, beasiswa, uang muka perumahan dan fasilitas lainnya.

Karena itu, dia mengimbau buruh rokok kudus untuk kembali menjadi peserta Jamsostek karena hak mereka dijamin oleh negara.

Sebelumnya sejumlah buruh rokok di Kudus berdemo menolak menjadi peserta Jamsostek. Kasus ini sudah lama dan berlarut-larut. Bermula dari eforia reformasi, buruh rokok menolak menjadi peserta jamsostek.

Kasus itu, sudah lama ditangani oleh Depnakertrans (kini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi), pemda setempat dan Kejaksaan.

"Sebagian besar buruh rokok menginginkan kembali menjadi peserta Jamsostek tetapi sejumlah oknum pengurus Persatuan Perusahaan Rokok Kudus menghalanginya," kata Ansyori.

Dia juga menerima info dari beberapa pekerja bahwa yang ikut demo dikondisikan dan diangkut ke lokasi. "Jadi bukan keinginan mereka," katanya.

Kepesertaaan Informal

Sebelumnya, Dirut PT Jamsostek Hotbonar Sinaga, dalam siaran persnya, mengatakan penambahan kepesertaan luar hubungan kerja (LHK) atau pekerja sektor informal dalam program Jamsostek masih memprihatinkan.

Kondisi itu disebabkan jumlah pendapatan pekerja informal masih relatih kecil dan cara mengumpulkan iurannya belum belum lancar. "Akibatnya, jumlah pekerja LHK yang menjadi peserta jamsostek sampai akhir 2009 masih sekitar 223.000 orang pekerja. Padahal, jumlah total tenaga kerja sektor informal menurut Badan Pusat Statistik sekitar 67,86 juta orang," kata Hotbonar.

Pekerja LHK di antaranya tukang ojek, pedagang pasar, sopir, nelayan, petani, kuli panggul dan juga seniman. Pendapatan mereka yang lebih rendah dari pekerja formal menjadi kendala utama dari suksesnya program jamsostek LHK, bahkan ada yang penghasilannya tidak menentu.

Contohnya, pendapatan bersih tukang ojek rata-rata per hari sekitar Rp20.000 atau sebesar Rp600.000/bulan yang jauh di bawah upah minimum daerah setempat. Besaran iuran jamsostek untuk pekerja LHK untuk jaminan kecelakaan kerja (JKK) sebesar 1% dari nilai nominal upah minimum daerah setempat, sedangkan jaminan hari tua (JHT) minimal 2%, jaminan kematian (JK) 0,3% dan jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) 6% untuk berkeluarga, serta 3% untuk iuran yang lajang.

Mengenai kesulitan mengumpulkan iuran, Hotbonar menjelaskan keanggotaan pekerja LHK bersifat lepas dan tidak terikat paguyuban atau perkumpulan di tempatnya bekerja.Sehingga, tidak ada jaminan dari paguyuban atau perkumpulan tersebut untuk membayarkan iuran anggotanya yang bekerja informal.

"Yang bisa kami lakukan, melakukan sosialisasi di antara paguyuban atau perkumpulan pekerja informal, tapi hasilnya masih belum optimal," katanya.

hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan