02/03/2010

DIREKSI 9 BUMN SEGERA DI ROMBAK

JAKARTA, Bisnis Indonesia -

Posisi dirut Mank Mandiri dan BRI aman

Pemerintah segera merombak jajaran direksi sembilan BUMN, menyusul perubahan direksi pada PT Perusahaan Listrik Negara dan PT Pertamina.

Seorang pejabat di kementrian BUMN yang meminta identitasnya dilindungi mengatakan sembilan BUMN yang manajemennya akan di rombak itu adalah seluruh BUMN pupuk, PT Angkasa Pura 1 dan 2, serta PT Bank Mandiri Tbk  dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. 

"perombakan seluruh anggota direksi kemungkinan besar dilakukan untuk BUMN pupuk serta Angkasa Pura 1 dan 2. nama_ nama yang akan diseleksi juga sudah masuk, " ujarnya kepada bisnis di Jakarta, akhir pekan lalu.

BUMN pupuk yang menurut rencana juga sedang untuk direstrukturisasi kedalam satu perusahaan induk itu adalah PT Pupuk Kujang Karawang, PT Pupuk Sriwijaya, PT Pupuk Kaltim Bontang, PT Petrokimia Gresik, dan PT Pupuk Iskandar Muda.

Pejabat itu menambahkan, khusus untuk posisi direktur utama dua Bank BUMN, yakni PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk yang akan habis masa jabatannya pada tahun ini, kementrian BUMN akan mempertahankannya.

Mentri BUMN Mustafa Abu Bakar yang di konfirmasi atas informasi tersebut membenarkan adanya rencana perombakan direksi pada sejumlah BUMN. Dia mengatakan uji kepatutan dan kelayakan ( fit and proper test) untuk itu akan segera digelar.

Namun, dia menolak memerinci ap saja BUMN yang direksinya bakal dirombak. Mustafa juga tidak mengonfirmasi maupun membantah informasi yang menyebutkan posisi dirut PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk akan dipertahankan.

"ada [ beberapa direksi BUMN] akan habis masa jabatan, jadi kami akan mencari calon direksi untuk menggantikan yang saat ini. Kami akan melakukan fit and proper test untuk menjring nama calon direksi. Namun kami belum bisa menyebutkannya."

Dalam catatan bisnis, pergantian direksi BUMN, termasuk komisaris, biasa dilakukan dalam masa setahun setelah pemilu usai. Ada berbagai catatan mengenai pergantian direksi BUMN ini. Salah satunya adalah kritik tentang dugaan adanya praktik bagi- bagi kekuasaan.

BUMN dengan aset terbesar (Rp triliun)

PLN

423

Bank Mandiri

400

BRI

367

Pertamina

310

BNI

257

Telkom

107

Jamsostek

92

BTN

66

Taspen

41

Pupuk Sriwijaya

37

Sumber: Kementerian BUMN, 2010

Dari total 158 BUMN, terdapat sepuluh BUMN yang biasa masuk dalam “ kursi panas” tersebut. Ke-10 BUMN yang a.l. terdiri atas PT Bank Mandiri Tbk, PT BRI Tbk, dan PT Pusri itu sekaligus merupakan BUMN dengan aset terbesar. ( lihat ilustrasi)

Perombakan direksi sebelumnya telah dilakukan pada PT PLN dan PT Pertamina. Dalam pernyataan resminya, kementrian BUMN menyatakan pergantian direksi itu dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja BUMN bersangkutan.

Restrukturisasi BUMN   

Dalam perkembangan lain, PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) mengungkapkan sudah ada 17 BUMN yang masuk kedalam daftar antrean perusahaan yang akan diserhatkan melalui restrukturisasi keuangan.

Ke- 17 BUMN itu a.l. PT Djakarta Lloyd, PT Survey Udara Penas, PT Balai Puastaka, PT Industri Sandang Nusantara, PT Hotel Indonesia Natour dan PT waskita karya. “ Perusahaan itu menunggu giliran untuk disehatkan, “ kata juru bicara PPA Hakim Polim.

Sampai awal tahun ini, PT PPA memiliki dana penyehatan BUMN yang dialokasikan pemerintah sebesar Rp2,5 triliun. Sebagian dana tersebut, atas persetujuan kementrian BUMN, telah dipakai untuk restrukturisasi PT PAL dan Merpati.

Kementrian BUMN sendiri sebelumnya mengungkapkan ada 8 BUMN rugi yang akan disuntik modal melalui program restrukturisasi PT PPA. Langkah itu dilakukan lantaran perusahaan yang bersangkutan dinilai masih memiliki prospek bisnis.

Ke- 8 BUMN rugi tersebut adalah PT Kertas Leces, PT Survey Udara penas, PT Djakarta Lloyd, Perum Perusahaan film Negara, PT Kertas kraft Aceh, PT Balai Pustaka, PT Industri Sandang, dan PT Semen Kupang.

Mentri BUMN Mustafa Abu Bakar mentakan saat ini 8 perusahaan tersebut dalam proses kajian PT PPA. “ untuk Ketas Leces, pemerintah akan menambah penyertaan modal negara dari yang sudah diterima Rp 100 miliar jadi Rp 175 miliar, “ ujarnya.

Sekertaris kementrian BUMN M.Said Didu menambahkan diluar opsi restrukturisasi itu, pihaknya juga membuka peluang untuk menyerahkan beberapa BUMN rugi tersebut kepada instansi terkait.

BUMN yang dimaksud adalah PT Survey Udara Penas akan diserahkan kepada Departemen Pertahanan, dan Perum PFN kepada kementrian komunikasi dan informasi. (Bambang P. Jatmiko)
hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan