09/09/2013

Pencapaian Jamsostek Jadi jembatan BPJS

JAKARTA, (PRLM).- Dirut PT Jamsostek Elvyn G. Masassya menyatakan akan menjadikan pencapaian PT Jamsostek (Persero) sebagai jembatan dan landasan kerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini akan berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan mulai 1 Januari 2014.

"Kami ingin pekerja dan masyarakat mengenang PT Jamsostek sudah mempersiapkan jembatan dan fondasi kuat bagi pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan," kata Elvyn dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (8/9/2013).

Elvyn saat Rapat Kerja Nasional (rakernas) terakhir PT Jamsostek di Batam, akhir pekan lalu. Rakernas tersebut mengevaluasi, implementasi dan menyiapkan transformasi Jamsostek di 2014.

Dikatakan, Jamsostek saat ini memasuki fase transformasi 2014, dan melihat ada tiga tahap yang harus dilakukan yaitu suistanability, benefit dan services. Namun yang diutamakan adalah ditopang dengan enam pilar.

Pilar pertama, lanjut Elvyn, peningkatan kepesertaan dan perluasan pasar, dengan target kepesertaan di 2014 sekira 15,2 juta peserta.

Pilar kedua, peningkatan dana pengelolaan dan hasil investasi. Ditargetkan pada 2014 dana yang dikelola mencapai Rp 181 triliun dan target hasil investasi sebesar Rp 15,9 triliun.

Pilar ketiga, pengembangan program manfaat dan implementasi pelayanan prima, namun yang diutamakan manfaat inti, dan manfaat tambahan. Pilar keempat, perlunya pengembangan komunikasi terintegerasi dan komunikasi yang berkelanjutan. Kelima, untuk implementasi opportunial ecellent, dengan model bisnis baru dan implementasi smart card.
"Terakhir ditargetkan, pengembangan human capital, change management dan penguatan GCG," ujar Elvyn.

PT Jamsostek yang didirikan pada 1978 dengan nama PT Asuransi Tenaga Kerja (Astek), mulai 1 Januari 2014 akan berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Pada 1 Juli 2015 diamanatkan melaksanakan empat program utama, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun.

Menurut dia, hingga Juli 2013 tercatat 11,7 juta pekerja yang menjadi peserta aktif dengan total aset Rp 148,4 triliun dan dana yang diinvestasikan Rp 143,2 triliun. (A-78/A-147)***
hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan