02/01/2013

Jamsostek-BNI Rancang Cek Saldo JHT di ATM

Jakarta, Rabu 2 Januari 2013, Antaranews.com -

Rabu, 2 Januari 2013

Jakarta (ANTARA News) : Peserta Jamsostek di DKI bisa mengecek saldo Jaminan Hari Tua melalui anjungan tunai mandiri (ATM) BNI pada 2013 menyusul kesepakatan perluasan kerja sama PT Jamsostek dengan bank milik pemerintah tersebut.

Dirut PT Jamsostek Elvyn G Masassya dan Dirut BNI Gatot M Suwondo usai penandatangan perpanjangan kerja sama Penyediaan Jasa Perbankan kedua lembaga di Jakarta, Jumat, mengatakan saat ini karyawan kedua BUMN itu sudah bisa mengecek saldo Jaminan Hari Tuanya (JHT) di ATM BNI.

Saat ini 3.269 karyawan PT Jamsostek dan 25.495 karyawan BNI sudah bisa melihat saldo JHT-nya melalui ATM melalui kartu BNI.

Kami akan memperluas kerja sama dengan memberi kemudahaan akses bagi peserta Jamsostek di DKI yang berjumlah sekitar 5 juta untuk bisa melihat saldo JHT di ATM BNI, kata Elvyn.

Saldo itu, kata Elvyn, hanya bisa dilihat dan tidak bisa diambil. Sesuai dengan prinsip JHT, maka pencairan hanya bisa dilakukan setelah pekerja pensiun atau mengalami pemutusan hubungan kerja.

Kedepan, pengecekan saldo itu diperluas hingga ke semua peserta Jamsostek di seluruh Indonesia. Untuk tahap awal kita coba di DKI dahulu, kata Elvyn.

Pengecekan saldo JHT itu adalah bentuk transparansi agar pekerja/buruh mengetahui apakah perusahaan membayar iuran sesuai upah yang diterima atau hanya sebagian.

Kerja sama dengan perbankan tersebut tidak hanya dilakukan dengan BNI, tetapi juga dengan bank lain yang menjalin kerja sama dengan PT Jamsostek.

Elvyn menyatakan, menyusul dengan pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional dimana seluruh pekerja akan menjadi peserta Jaminan Sosial Ketenagakerjaan maka sekitar 110 juta pekerja akan menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

PT Jamsostek mulai 1 Juli 2015 akan bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

Gatot mengatakan kerja sama itu merupakan sinergi kedua BUMN yang sudah dijalin sejak 2009. Bagi BNI, kerja sama itu diharapkan akan memperluas nasabah baru karena peserta jamsostek dengan satu kartu bisa memiliki akun BNI dan juga menjadi peserta jaminan sosial.

Sejak 2009, BNI sudah menjadi penyedia Jasa Perbankan (cash management service) dan kini ditambah lagi dengan Jasa Kustodian.

Dengan kesepakatan jasa kustodian tersebut maka BNI melayani lima kelompok transaksi untuk PT Jamsostek. Pertama, penyimpanan efek dan atau surat berharga lainnya (safekeeping).

Kedua, penanganan transaksi atas dasar instruksi dari manajememen PT Jamsostek, Ketiga, mengurus aksi korporasi, seperti membantu pengurusan dan atau penagihan terkait kepemilikan efek.

Keempat, wakil dalam rapat umum pemegang saham dan rapat umum luar biasa pemegang saham dan atau rapat umum pemegang obligasi sehubungan kepemilikan PT Jamsostek atas efek berdasarkan surat kuasa. Kelima, melayani pengiriman laporan dan informasi.

BNI menyatakan menjamin keamanan efek yang dititipkan PT Jamsostek dengan menyimpannya di ruang yang aman. Pada layanan transaksi, BNI akan menyelesaikan transaksi, seperti serah terima efek dan atau surat berharga lainnya yang dilakukan PT Jamsostek atau pihak yang ditunjuk.

Pada layanan pengurusan hak-hak, BNI akan mengurus penagihan yang terkait dengan kepemilikan efek seperti deviden saham atau tunai, bunga dan atau pokok efek atau surat berharga lainnya yang jatuh tempo. Seluruh layanan itu akan dilengkapi dengan laporan perkembangan kekayaan PT Jamsostek. 

((E007))
hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan