26/11/2012

Kepesertaan Jamsostek : Pekerja Sudah Bisa Daftar Sendiri

Jakarta, Senin 26 November 2012, Suara Karya -

Senin, 26 Nopember 2012

JAKARTA (Suara Karya) : Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar menerbitkan Peraturan Menakertrans (Permenakertrans) Nomor 20 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Kepesertaan, Pembayaran Iuran, Pembayaran Santunan, dan Pelayanan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Permenakertrans ini merupakan perubahan Atas Permenakertrans Nomor 12 Tahun 2007.

Pekerja/buruh dapat mendaftar sendiri sebagai peserta Jamsostek jika pengusaha tempat mereka bekerja lalai atau tidak mendaftarkan, kata Muhaimin dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (25/11).

Dalam peraturan baru ini, pekerja/buruh juga akan lebih banyak mendapat manfaat program Jamsostek. Dengan ini, program Jamsostek akan memberikan perlindungan maksimal dan meningkatkan kesejahteraan bagi pekerja/buruh. Selain itu juga ditetapkan pelayanan khusus bagi pekerja yang menggunakan kacamata, prothese mata (mata palsu), prothese gigi (gigi palsu), alat bantu dengar, dan prothese anggota gerak.

Pelayanan khusus ini diberikan untuk pekerja yang memenuhi persyaratan dan standar tertentu. Dalam Permenakertrans yang baru juga mengamanatkan pelayanan kesehatan untuk penyakit kronis dan kritis atas anjuran dokter spesialis.

Peningkatan pelayanan kepesertaan dan manfaat program jaminan sosial bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperbaiki taraf hidup pekerja, ucap Muhaimin.

Sementara itu, Direktur Kepesertaan PT Jamsostek (Persero) Junaedi mengatakan, Permenakertrans Nomor 20 Tahun 2012 merupakan petunjuk pelaksanaan dari pemerintah untuk kepesertaan individual dalam program jaminan sosial tenaga kerja. Ketentuan ini membolehkan pekerja mendaftarkan sendiri menjadi peserta Jamsostek.

Dengan juklak ini, tentunya Jamsostek mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk melayani peserta yang mendaftar sendiri. Sejak Mahkamah Konstitusi memutuskan memperbolehkan pekerja mendaftar sendiri untuk menjadi peserta Jamsostek, kami sudah melakukan persiapan, katanya.

Menurut dia, Jamsostek sendiri melakukan dua pendekatan terkait masalah pendaftaran kepesertaan. Pertama, bagi pekerja formal di perusahaan dilakukan penelurusan terhadap perusahaan-perusahaan, terutama yang masuk kategori perusahaan wajib daftar (PWD). Faktanya, selama ini banyak perusahaan yang belum mendaftarkan pekerja/karyawannya sebagai peserta Jamsostek.

Belum lagi perusahaan masuk kategori perusahaan daftar sebagian (PDS) tenaga kerja/karyawannya. Selanjutnya kedua, pekerja mandiri dan informal yang tidak tergabung dalam badan usaha tertentu bisa mendaftar menjadi peserta Jamsostek secara kolektif.

Mereka yang ingin menjadi peserta Jamsostek, baik pekerja formal maupun mandiri/informal, bisa tetap mendaftar seniri, namun secara kolektif yang iurannya dikumpulkan melalui perkumpulan atau wadah tertentu, ucapnya. 

((Andrian))
hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan