12/06/2009

Awak Blue Bird Protes

, Indopos, Jum'at 12 Juni 2009 - Puluhan pengemudi Blue Bird (BB) melakukan aksi unjuk rasa di bunderan Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, kemarin. Aksi protes ini adalah buntut dari pemecatan enam karyawan tiga bulan lalu dan ketidakpuasan mereka terhadap manajemen BB. “Saya ingin menuntut keadilan, “ ujar Ardi Adnan, Ketua Umum Serikat Karyawan Blue Bird Indonesia. Ada lima tuntutan yang disampikan dalam aksi tersebut. Pertama tidak ada intimidasi lagi terhadap pengemudi yang ingin bergabung dengan serikat sesuai dengan undang-undang nomor 21 tahun 2000 tentang SP/SB dan konversi ILO no 87 tentang freedom of association. Kedua, agar pengemudi ditetapkan sebagai karyawan tetap. Selama ini hubungan kerja antara BB dengan pengemudi adalah kemitraan. Ketiga disertakan dalam Jamsostek. Ardi merasa risiko pekerjaannya rentan dengan kejadian yang tidak diinginkan seperti dengan perampokan misalnya. Keempat diberikan THR tanpa syarat. Untuk mendapatkan THR sebesar Rp. 300 ribu, supir diharuskan bekerja 58 hari dalam tiga bulan sebelum hari raya. Setoran yang harus diserahkan sebesar Rp. 300 ribu. Tidak boleh kurang, juga hari kerjanya. Kelima mengerjakan kembali enam orang yang telah dipecat tanpa alasan yaitu Ardi anan, M. Juri, Supriyadi, Karsun, Andihakim Siregar, dan M Ali Muftarudin. Humas Blue bird Teguh Wijayanto mengatakan pekerja tak jujur dan sering menabrak armada menjadi alasan pemecatan. “THR tanpa syarat tak bisa karena semuanya dihitung berdasarkan kinerja dan kemitraan, “katanya. Teguh menandaskan, Blue Bird tak mengekang kebebasan berserikat karyawannya. Menurutnya, ada serikat pekerja resmi di Blue Bird selain SKBBI. ((rak))
hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan