12/07/2012

Jamsostek siap bayar JKK Sabar Situmeang

Sibolga, Kamis 12 Juli 2012, Waspada -

Kamis, 12 Juli 2012

SIBOLGA - PT Jamsostek (Persero ) Kantor Cabang Sibolga  mengatakan siap membayar seluruh hak tenaga kerja berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada ahli waris almarhum Sabar Situmeang (50), karyawan PT Mujur Timber yang meninggal dunia saat bertugas sebagai petugas lapangan (log yard).

Sabar Situmeang kritis ditimpa balok saat bekerja di lokasi perusahaan, Senin (9/7) sekira pukul 07.30 WIB. Warga Desa Mela, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng ini terjepit dan mengalami pendarahan di perut. Setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Umum Dr. F. Lumban Tobing Sibolga, Sabar Situmeang akhirnya meninggal dunia, Selasa (10/7).

Almarhum adalah peserta jamsostek. Kami sudah menerima laporan kecelakaan tahap I (form 3) dari PT Mujur Timber. Setelah mendapat info melalui telepon selular bahwa korban telah meninggal dunia, diminta segera membuat laporan kecelakaan tahap II (form 3a) disertai dokumen pendukung. Jamsostek siap memproses hak haknya, tandas Mangasi Sormin melalui Kepala Bidang Umum dan SDM Sanco Simanullang, hari ini.

Diperkirakan, jumlah klaim JKK yang didapatkan keluarga korban berkisar 48 kali gaji. Jumlah gaji tergantung dari jumlah yang selama ini dilaporkan setiap bulan ke PT Jamsostek (Persero) Cabang Sibolga.

Kepala Bidang Pelayanan Zainal Fakhrudin  menambahkan, dokumen yang perlu dilengkapi apabila terjadi kecelakaan kerja meninggal dunia, adalah fotokopi kartu peserta (KPJ), Surat keterangan dokter yang merawat dalam bentuk form Jamsostek 3b, Kuitansi biaya pengobatan dan perawatan serta kwitansi pengangkutan, Surat keterangan meninggal dari Instansi yang berwenang, Surat keterangan ahli waris, KTP tenaga kerja dan ahli waris dan Kartu Keluarga (KK).

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang PT. Jamsostek (Persero ) Mangasi Sormin menghimbau seluruh perusahaan segera ikut program Jamsostek, karena disinyalir sejumlah  perusahaan  belum patuh terhadap UU No 3 tahun 1992  tentang wajib program jamsostek.

Kami melihat masih banyak perusahaan belum daftar jamsostek yang beroperasi di 12 kabupaten kota wilayah kerja Jamsostek Sibolga. Resiko bisa terjadi kapan saja dan dimana saja seperti yang dialami almarhum Sabar Situmeang. Jangan sampai korban jatuh, tapi mereka belum daftar jamsostek, katanya.

Jamsostek melindungi sejak dalam kandungan sampai meninggal dunia. Biaya sangat terjangkau, sementara manfaatnya sangat besar. Inilah keistimewaan program pemerintah melalui program jamsostek, ungkap Mangasi Sormin.

 Editor:SASTROY BANGUN

((dat17/wol/rilis))
hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan