27/05/2009

Jamsostek luncurkan KPR bersubsidi

, Sensor, 10-18 Mei 2009 -

Jamsostek akan meluncurkan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi dengan bunga rendah pada tahun ini dengan alokasi dana di bank mitra sekitar Rp 4 triliun.

 

Direktur Investasi PT Jamsostek Elvin G Masassya didampingi Direktur Kepatuhan dan Risiko Manajemen PT Jamsostek Karsanto, mengatakan, produk yang bertujuan meningkatkan manfaat program kepada peserta itu sedang dalam tahap pembahasan dengan 4 bank mitra milik pemerintah.

 

"Payung hukumnya sudah disepakati, tinggal masalah teknis yang memerlukan pembahasan lebih lanjut. Selain itu program ini harus sudah bisa dilaksanakan dan peserta ini mendapat manfaat dari kepesertaannya," kata Elvin, pekan lalu.

 

BUMN itu sudah memiliki program pinjaman uang muka perumahan dengan besaran hingga Rp 20 juta dan bunga enam persen. Program KPR bersubsidi sama sekali baru, meskipun rencana itu sudah pernah dibicara beberapa waktu lalu dalam sejumlah kesempatan.

 

Jamsostek menempatkan total dana Rp 4 triliun di 4 bank pemerintah, yakni Bank BNI , Mandiri,BRI,dan BTN. "Dana itu dialokasi untuk KPR bersubsidi dengan bunga 2 atau 3 persen diatas bunga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Artinya bunga LPS plus plus," Kata Elvin.

 

Dengan bunga serendah itu maka diharapkan pekerja bisa memiliki rumah yang diimpikan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. "Diperkirakan jumlah pinjaman yang bisa diajukan peserta Jamsostek melalui KPR sekitar Rp 150 juta hingga Rp 200 juta. Jadi setara dengan harga rumah susun sederhana milik," Jelasnya.

 

Dengan dana Rp 4 triliun dan pinjaman sebesar Rp 200 juta perorang maka jumlah pekerja yang bisa memanfaatkan KPR bersubsidi itu sebanyak 80 ribu orang, sementara jika mengacu pada harga Rp 150 juta maka jumlahnya menjadi 100 ribu orang.

 

Beda program KPR bersubsidi dengan PUMP, kata Karsanto, PUMP ditujukan pada pekerja berpendapat upah minimum provinsi (UMP) hingga mereka yang berpendapatan Rp 4,5 juta. Sedangkan KPR bersubsidi untuk pekerja bergaji Rp 5 juta hingga Rp 7,5 juta.

"Detil dari pinjaman dan besaran pinjaman itu termasuk dalam materi yang sedang tahap pembahasan. Kepastiannya akan kita sampaikan dalam waktu dekat setelah pembahasan selesai," Kata Karsanto.

(Mangontang Silitonga)
hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan