19/06/2012

Persiapan BPJS Perlu Libatkan IDI

Jakarta, Selasa 19 Juni 2012, Seputar Indonesia -

Selasa, 19 Juni 2012

JAKARTA : Komisi IX DPR menyatakan persiapan pelaksanaan Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan perlu melibatkan perwakilan dari para dokter sebagai pemberi layanan kesehatan, khususnya dalam menentukan jasa medik.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Nova Riyanti Yusuf mengatakan, selama ini kesiapan dokter sebagai pemberi layanan dalam pelaksanaan BPJS I seolah terlupakan.Padahal, dokter dinilai sebagai tulang punggung bagi terlaksananya BPJS I yang ditargetkan beroperasi per Januari 2014. Selama ini kita sibuk memikirkan persiapan BPJS I seperti penganggaran dan kesiapan fasilitas pelayanan.

Sementara kesiapan dokter sebagai pemberi layanan terlupakan begitu saja, ungkap Nova dalam rapat dengar pendapat persiapan (RDP) pelaksanaan BPJS dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Kantor DPR kemarin. Menurut dia, dokter memiliki peran penting dalam pelaksanaan BPJS I sebab tanpa dokter BPJS I tidak mungkin dapat terlaksana.

Karena itu, Nova mendorong keterlibatan IDI dan sejumlah asosiasi dokter lainnya dalam pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait pelaksanaan BPJS I,terlebih dalam menentukan jasa medik dan sistem pembayaran bagi para dokter umum.Kami akan menindaklanjuti usulan IDI terkait persiapan pelaksanaan BPJS I, khususnya dalam penentuan tarif untuk jasa dokter, ujarnya.

Menurut Nova, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) perlu melibatkan IDI dalam menetapkan tarif jasa dokter spesialis sehingga ada titik temu yang pantas mengenai tarif sebab tidak bisa disamakan antara dokter yang bertugas memberikan pelayanan di daerah terpencil dan di daerah perkotaan. Namun, dalam kesempatan itu DPR meminta IDI untuk memberi menyampaikan masukan yang disertai dengan data aktual untuk menentukan jasa medik.

Di tempat yang sama,Ketua Umum IDI Prijo Sidipratomo mengatakan, pelaksanaan BPJS akan berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat dan dokter sebagai pemberi layanan. Sebaliknya, BPJS juga menyebabkan bencana bagi masyarakat dan pemberi layanan jika tidak memberikan rasa keadilan bagi keduanya.Dia menilai, sejauh ini Jamkesmas,Jamsostek, dan Askes belum memberi rasa keadilan bagi dokter. 

((andi setiawan) )
hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan