15/05/2012

Uang Muka KPR: Jamsostek Alokasikan Dana Pinjaman Rp220 Miliar

Jakarta, Selasa 15 Mei 2012, Bisnis.com -

Selasa, 15 Mei 2012

JAKARTA: PT Jamsostek (Persero) mengalokasikan dana Rp220 miliar bagi Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) karyawan pada tahun ini, naik 10% dibandingkan dengan nilai PUMP pada 2011, yaitu Rp200 miliar.

Direktur Kepesertaan  PT Jamsostek Ahmad Ansyori mengatakan Jamsostek membuka kemungkinan terhadap kenaikan alokasi nilai PUMP tersebut apabila permintaan peserta Jamsostek terhadap dana PUMP lebih tinggi dibandingkan dengan alokasi tersebut.

Berdasarkan data Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta Jamsostek, nilai PUMP yang telah disalurkan kepada peserta Jamsostek sejak 2009 mencapai Rp673 miliar per 31 Desember 2011. Dana tersebut disalurkan bagi 80.075 peserta.

Tujuan dari penyaluran PUMP ini, yaitu agar pekerja bisa memiliki rumah yang layak dengan tingkat bunga yang rendah. Apabila mereka memiliki rumah yang layak, produktivitas kerja peserta dan perusahaan menjadi lebih tinggi. Multiplier effect PUMP sangat besar, kata Ansyori hari ini, Senin, 14 Mei 2012.

Perincian PUMP bagi karyawan dengan syarat masa kepesertaan minimal 1 tahun tersebut, yaitu pertama, pekerja yang berpenghasilan di bawah Rp5 juta per bulan bisa mengajukan PUMP maksimum Rp20 juta.

Kedua, pekerja berpenghasilan di atas Rp5 juta hingga Rp10 juta bisa mendapatkan PUMP maksimum Rp35 juta. Ketiga, pekerja berpenghasilan minimal Rp10 juta mendapatkan maksimum Rp50 juta.

Selain itu, semua pekerja berhak mendapat hibah Rp500.000 per orang untuk membantu biaya akad dan biaya-biaya lainnya dalam pengurusan kredit pemilikan rumah.

Dana PUMP itu memberikan fasilitas bunga pinjaman 6% anuitas tahunan atau flat 3% selama masa pinjaman.

Ansyori menuturkan Jamsostek mengkaji penurunan tingkat bunga PUMP menjadi 5% atau flat 2,5% selama masa pinjaman.

Pinjaman Renovasi Rumah

Adapun, Jamsostek juga menyediakan fasilitas pinjaman renovasi rumah bagi peserta dengan nilai yang sama dengan PUMP. Sejak awal tahun ini, kami juga menyediakan fasilitas renovasi rumah bagi pekerja peserta Jamsostek. Ketentuan besaran pinjaman renovasi sama dengan PUMP, tutur Ansyori.

Kepala Urusan Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta Jamsostek Dani Santoso memaparkan pihaknya telah bekerja sama dengan 11 bank a.l. PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Syariah, PT Bank Bukopin Tbk dan sisanya beberapa bank pembangunan daerah.

Selain itu, program PUMP itu menggandeng fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Kami juga bisa mengkombinasikan fasilitas PUMP dengan FLPP bagi pekerja yang menginginkan pembelian rumah seharga Rp70 juta. Meski demikian, PUMP Jamsostek tidak membatasi harga rumah yang akan dibeli peserta Jamsostek, tuturnya.

Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta atau lebih dikenal sebagai DPKP merupakan dana yang dihimpun dan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan peserta program Jamsostek yang diambil dari sebagian dana hasil keuntungan Jamsostek.

Pelaksanaan program DPKP itu berlandaskan pada Surat Menteri Keuangan No. S-521/MK.01/2000 tertanggal 27 Oktober 2000 tentang Pedoman Umum Dana Peningkatan Kesejahteraan Pekerja.

Program-program DPKP yang sudah dilaksanakan terdiri dari dua jenis yaitu, pertama, DPKP Bergulir atau dikembalikan.

Jenis DPKP ini meliputi dana investasi jangka panjang, seperti pembangunan rumah susun sewa dan pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, pinjaman dana mencakup PUMP dan pinjaman koperasi pekerja.

Kedua, DPKP Tidak Bergulir atau hibah. Fasilitas ini disalurkan bagi tiga bidang, yaitu kesehatan, pendidikan dan bantuan keuangan pemutusan hubungan kerja.

((spr))
hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan