02/05/2012

Koperasi Bisa Ajukan Bantuan ke Jamsostek

Rabu, 2 Mei 2012, Poskota.co.id -

Rabu, 2 Mei 2012

HARIAN Pos Kota bekerjasama dengan PT Jamsostek (Persero) kembali menghadirkan Rubrik Info Jamsostek setiap Hari Rabu. Pembaca dapat mengirimkan pertanyaan melalui SMS online ke nomor 0821148790749 dan dapat membaca rubrik ini di Pos Kota online dengan mengklik poskotanews.com setiap hari.

1.Pertanyaan : Saya salah satu pengurus koperasi di perusahaan farmasi yang menjadi peserta Jamsostek sejak 6 tahun lalu. Untuk mengembangkan koperasi serba usaha dan simpan pinjam, bisakah koperasi kami mengajukan bantuan atau pinjaman. Kemana kami harus memasukkan proposal dan apa syaratnya? (0812576555XX)

Jawab : Anda bisa mengajukan pinjaman melalui program kemitraan ke PT Jamsostek atau melalui kantor cabang Jamsostek dimana perusahaan anda terdaftar sebagai peserta. Program kemitraan adalah salah satu program dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang bertujuan meningkatkan kemampuan usaha kecil yang berbadan hukum seperti PT, Koperasi, CV, Fa atau tidak berbadan hukum atau perorangan.

Bentuk pinjaman ada dua, yaitu pinjaman biasa bagi usaha kecil untuk penambahan modal dan bukan atas dasar pesanan rekan, serta pinjaman khusus untuk usaha kecil atas dasar pesanan rekanan usaha kecil. Syarat pengajukan, memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah), tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah). Milik Warga Negara Indonesia; Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar; Berbentuk usaha orang perseorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi serta telah melakukan kegiatan usaha minimal 1 (satu) tahun serta mempunyai potensi dan prospek usaha untuk dikembangkan.

2.Pertanyaan : Saya adalah peserta program yang saat ini sedang hamil 2 bulan. Untuk pemeriksaan awal kehamilan, saya memang sudah memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan pada bidan di klinik yang ditunjuk oleh PT Jamsostek. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana prosedur dalam proses persalinan nanti. Syarat-syarat apa yang harus saya siapkan agar bisa bersalin dengan memanfaatkan program pelayanan kesehatan Jamsostek.Mohon penjelasannya, dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih. (0813234363XX)

Jawaban: Syaratnya ada surat rujukan/pengantar dari dokter keluarga (dokter puskesmas) untuk pemeriksaan kehamilan dan persalinan di rumah bersalin yang tertera pada kartu. Jika dalam persalinan nanti terjadi kesulitan atau ditemukan kelainan, maka rumah bersalin akan merujuk rumah sakit yang lebih lengkap peralatannya (RS yang ditunjuk) dan berlaku prosedur yang sama dengan prosedur rawat inap. Dan bila ditemukan kelainan pada bayi yang dilahirkan, maka dapat dirujuk ke rumah sakit yang ditunjuk dengan cara menunjukkan surat rujukan dari rumah bersalin tersebut dan KPK/keterangan sementara dari PT Jamsostek.

3.Pertanyaan : Karena sering membaca rubrik Info Jamsostek di Harian Pos Kota ini, saya mulai dapat memahami apa yang menjadi hak dan kewajiban pekerja sebagai peserta.
Salah satunya adalah peraturan tentang pembayaran iuran, dimana pekerja sebagai peserta program menanggung sebagian iuran untuk program Jaminan Hari Tua (JHT), sedangkan iuran lainnya ditanggung penuh pengusaha. Karena itu, saya ingin menanyakan benarkah tindakan perusahaan yang juga memotong upah kami untuk membayar iuran Jaminan Kematian (JK), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)? (0818784965XX)

Jawaban : Sesuai dengan Pasal 20 UU No.3/1992 disebutkan bahwa iuran JKK, JK, dan JPK ditanggung oleh pengusaha, sementara iuran JHT ditanggung oleh tenaga kerja dan pengusaha/perusahaan.Jadi jelas, pengusaha hanya bisa memotong sebagian upah tenaga kerjanya untuk iuran JHT sementara iuran lainnya menjadi tanggungan pengusaha. Adapun besarnya iurang yang ditanggung pekerja dan dipotong langsung dari upah sebulan adalah 2 persen untuk JHT, sementara pengusaha menanggung yang 3,7 persen.

4. Pertanyaan : Di Kartu Peserta Jamsostek saya tertulis Rt.10 namun di KTP tertulis Rt.11 Bagaimana cara klaim JHT jika ada data yang salah. (0813742555XX)

Jawab: Mungkin anda bisa meminta surat keterangan dari Rt atau kelurahan setempat bahwa alamat rumah anda yang benar adalah memang di Rt.11 bukan Rt.10. Setelah itu anda bisa datang ke kantor cabang jamsostek dengan membawa kartu peserta jamsostek, fotocopy KTP dan Kartu Keluarga serta surat keterangan dari perusahaan. Minta juga keterangan dari perusahaan bahwa telah terjadi kesalahan cetak pada alamat rumah anda.

5.Pertanyaan : Apa betul syarat pengajuan pinjaman renovasi rumah dilakukan secara kolektif melalui perusahaan? Apa kalau secara induvidu tidak akan dilayani? Mohon penjelasan. (0813825337XX)

Jawab : Pengajuan pinjaman secara kolektif untuk pengajuan pinjaman uang muka perumahan (PUMP) jika langsung ke kantor Jamsostek. Disini perusahaan bertindak sebagai penjamin. Tetapi perorangan juga bisa mengajukan pinjaman melalui PT Jamsostek yang kemudian akan memberikan surat rekomendasi ke bank mitra jamsostek seperti BTN , BNI dan bank Mandiri.

6.Pertanyaan : Saya mau mencairkan JHT Jamsostek suami saya yang baru meninggal, bagaimana caranya? (0218627580XX)

Jawab : Anda bisa datang ke kantor Jamsostek terdekat dengan membawa persyaratan seperti kartu peserta jamsostek (KPJ), foto copy Kartu Keluarga dan foto copy KTP suami dan anda sendiri, serta dilengkapi dengan surat keterangan kematian suami. Mungkin anda bisa meminta bantuan dari perusahaan tempat suami bekerja untuk pengurusannya. Selain JHT anda akan menerima pula santunan jaminan kematian.

hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan