04/04/2012

Cara Mengecek Saldo Jamsostek

Rabu, 4 April 2012, Poskota.co.id -

HARIAN Pos Kota bekerjasama dengan PT Jamsostek (Persero) menghadirkan Rubrik Info Jamsostek setiap Hari Rabu. Pembaca dapat mengirimkan pertanyaan melalui SMS online ke nomor 0821148790749 dan dapat membaca rubrik ini di Pos Kota online dengan mengklik poskotanews.com setiap hari.

1. Pertanyaan : Suami saya terdaftar di Jamsostek Jakarta, namun tugasnya di Palembang. Apakah dia bisa mendapat kartu pemeriksaan kesehatan (KPK) ?

Jawab : Setiap peserta Jamsostek yang disertakan dalam program jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) pasti akan mendapat kartu pemeriksaan kesehatan (KPK). Untuk jelasnya, cek ke perusahaan suami bekerja.

2. Pertanyaan : Saya Lisnawati dengan nomor kartu peserta Jamsostek (KPJ) 11011091318. Saya ingin mencek saldo, bagaimana caranya? Saya sudah mencoba melalui internet tetapi selalu tidak valid. Mohon penjelasannya.

Jawab: Sebelumnya kami mohon maaf, akibat kendala teknis pengecekan saldo JHT melalui internet dan SMS agak sulit diakses. Anda bisa mendatangi kantor Jamsostek terdekat untuk mencek saldo secara langsung dan akan dilayani petugas.

3. Pertanyaan : Kantor saya di Jakarta, tetapi saya tinggalnya di Bekasi. Bisa tidak dana JHT Jamsostek saya diambil di daerah Bekasi.

Jawab : Pencairan JHT Jamsostek dapat dilakukan di kantor cabang di daerah manapun di Indonesia, karena sudah menggunakan jaringan online.

4. Pertanyaan : Bagaimana perhitungan iuran peserta Jamsostek bagi karyawan satpam.

Jawab: Iuran Program Jaminan Hari Tua: yang ditanggung perusahaan = 3,7% dan yang ditanggung tenaga kerja = 2%. Untuk program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, perhitungan iuran yang harus dibayarkan oleh perusahaan berdasarkan ketentuan sebagai berikut :Tiga persen (3%) dari upah tenaga kerja (maks Rp 1 juta ) untuk tenaga kerja lajang. Enam persen (6%) dari upah tenaga kerja (maks Rp 1 juta ) untuk tenaga kerja berkeluarga. Dasar perhitungan persentase iuran dari upah setinggi-tingginya Rp 1.000.000,-

Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dibagi lima kelompok (sesuai PP No.84 tahun 20), yaitu Kelompok I: 0.24 % dari upah sebulan; Kelompok II: 0.54 % dari upah sebulan; Kelompok III: 0.89 % dari upah sebulan; Kelompok IV: 1.27 % dari upah sebulan; dan Kelompok V: 1.74 % dari upah sebulan (ditanggung pengusaha).

Dan Iuran Program Jaminan Kematian (JK) sebesar 0,3% dari upah (ditanggung pengusaha).

5. Pertanyaan : Apakah dana Jamsostek bisa diambil berapapun adanya walau tidak ada packlaring?

Jawab : Bisa asal Anda melengkapi surat keterangan dari kantor kelurahan di mana perusahaan tempat Anda bekerja yang menyatakan bahwa benar ada perusahaan di mana anda bekerja dulu di wilayahnya. Dengan keterangan itu, dan kartu KPJ serta fotocopy KTP dan KK anda bisa mencairkan JHT.

6. Pertanyaan: Saya peserta Jamsostek sejak tahun 2008 dan kini sudah tidak bekerja lagi. Bisakah JHT dicairkan?

Jawab : Jika melihat tahun kepesertaan saudara, JHT baru bisa dicairkan tahun 2013.

7. Pertanyaan : Bagaimana cara mencek saldo JHT?

Jawab : Untuk sementara, anda bisa datang ke kantor cabang Jamsostek terdekat, dan minta petugas untuk membantu mencetakkan saldo JHT. Biasanya setiap tahun laporan saldo JHT dikirimkan ke peserta melalui perusahaan/lembaga/organisasi tempat peserta bekerja.

hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan