22/01/2009

Meningkatkan Peran di Saat Krisis

, Koran Seputar Indonesia, 18 Januari 2009 -

Berbagai kalangan memprediksi tahun ini terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah yang besar akibat imbas krisis financial global. Dengan kondisi seperti itu, PT Jamsostek tampaknya menjadi pihak yang cukup sibuk. Direktur Operasi dan Pelayanan Jamsostek, Ahmad Ansyori mengatakan, akibat PHK, jumlah pekerja yang mengklaim jaminan hari tuanya (JHT) tahun ini akan meningkat dibanding tahun lalu. Untuk itu, Jamsostek telah menyediakan lebih dari Rp 4 triliun. Lalu, bagaimana peran Jamsostek dimasa sulit seperti ini? Berikut petikan wawancara SINDO dengan pria yang sudah mengabdi di Jamsostek sejak 1 Juni 1994.

Terkait peran Jamsostek yang tahun ini semakin berat, apa yang akan di lakukan? Memang, tahun ini kondisinya diprediksi jauh lebih berat dari 2008. Namun, saya melihat dari sisi sebaliknya. Ketika ada ancaman stabilitas usaha karena krisis ekonomi, salah satu yang akan terkena dampak buruk adalah pekerja, disamping teman-teman pengusaha. Pada kondisi ini, eksistensi Jamsostek dibutuhkan. Kalau kita bicara tentang jaminan sosial, khususnya kepada pekerja, Jamsostek adalah pelindung pekerja dan mitra pengusaha. Jadi, eksistensinya dirasakan. Pada saat pengusaha mengalami kesulitan likuiditas untuk mengembangkan usahanya, bahkan barangkali ada yang terpaksa mengurangi pekerja, jamsostek tampil menjadi penyangga. Khususnya dalam hal jaminan hari tua (JHT). Nah, akibat adanya PHK, tahun ini yang mengajukan klaim JHT akan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Berapa dana yang dialokasikan Jamsostek? Dana yang dialokasikan mencapai Rp 4 triliun, tetapi itu bukan angka yang terbatas. Selain itu, Jamsostek juga membantu pengusaha untuk memberikan santunan kecelakaan kepada para pekerjanya. Ini sungguh sangat membantu mengurangi beban pengusaha. Dengan program jaminan peeliharaan kesehatan (JPK), biaya kesehatan pekerja akan ditanggung Jamsostek.

Dalam program JPK ini, berapa orang yang di-cover Jamsostek? Dalam satu keluarga, maksimal yang ditanggung adalah lima orang. Bisa diperkirakan, berapa dana yang harus dikeluarkan pekerja kalau anggota keluarganya ada yang sakit. Padahal, gaji pekerja juga tidak terlau besar. Untuk kerumah sakit, minimal biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 200.000-300.000. kalau ini harus dibiayai pengusaha, berapa dana yang harus dikeluarkan? Ini bisa mengganggu program ekspansi usaha. Nah, dengan kondisi ini kami optimistis Jamsostek akan sangat dibutuhkan pengusaha dan pekerja. Setelah semua hak pekerja diberikan pengusaha, saatnya pengusaha mengatakan kepada pekerja semua perlindungan kepada anda sudah dipenuhi, sekarang saatnya kami meminta anda memahami kesulitan perusahaan dengan meningkatkan kinerja dan meningkatkan produktivitas yang tinngi.

Berapa biaya yang harus di bayar pengusaha untuk mengikuti program JPK ini? Hanya dengan Rp 60.000 per bulan, semua biaya dan kesehatan pekerja dan keluarganya akan ditanggung.

Apa yang akan dilakukan untuk memberi pemahaman kepada pengusaha mengenai pentingnya Jamsostek? Setidaknya ada empat hal penting yang harus dilkukan. Pertama, sosialisasi yang berkualitas dan berkesinambungan. Kedua, melibatkan pihak-pihak atau lingkungan berpengaruh seperti wali kota, gubernur, dan DPRD. Ketiga, koordinasi dengan aparat departemen teknis, khususnya dalam penerbitan data dan penegakan hukum. Terakhir, bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan.

Mengenai target tahun ini? Tahun ini kami menargetkan penambahan 17.066 Perusahaan baru, sedangkan jumlah tenaga kerja yang ditargetkan menjadi peserta baru, sedangkan jumlah tenaga kerja yang menjadi peserta baru sebasar 2,534 juta. Untuk JPK diharapkan bertambah 654.000 pekerja, dan yang ikut beserta keluarganya mungkin mencapai 1,9 juta orang. Ini tantangan yang besar bagi kami.

Apa target itu cukup realistis? Sangat realistis, Karena target kami bukan profit oriented, melainkan memberikan pelayanan public. Masih ada 10 juta lebih pekerja yang belum menjadi peserta.

Strategi apa yang dijalankan untuk mencapai target tersebut? Pertama, kami harus menyiapkan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Kedua, setiap divisipunya rencana kerja masing-masing yang fokus dengan skala prioritas. Ketiga, memetakan daerah-daerah yang yang perspektif untuk digarap. Ini hal mendasar yang harus kami lakukan.

Terkait dengan sosialisasi, banyak yang belum paham tentang pentingnya Jamsostek. Bagaimana dengan hal ini? Sosialisasi sesuatu yang tidak akan pernah berakhir. Pada 2008 kami melakukan sosialisasi dengan mengunjungi kantor-kantor media. Kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyosialisasikan betap pentingnya Jamsostek. Kemudian kepada serikat-serikat pekerja, kekuranganya yang harus kami akui adalah membuat pemahaman yang maksimal kepada pengurus serikat tentang pentingnya Jamsostek.

Sebenarnya siapa saja yang berhak menjadi anggota Jamsostek? Jamsostek itu untuk seluruh pekerja baik formal maupun informal dan mandiri. Negara berkewajiban melindungi mereka semua. Jadi, semua pekerja wajib diikiutkan oleh pengusaha menjadi peserta Jamsostek.

Kalau karyawan kontrak bagaimana? Tidak terkecuali, karena karyawan kontrak juga termasuk dalam kategori pekerja. Jadi, seluruhnya berhak.

Berarti, selama ini pemahaman pengusaha salah, karena yang diikutkan Jamsostek selama ini hanya mereka yang menjadi karyawan tetap? Bukan hanya pengusaha, pemahaman pekerja pun salah. Misalnya begini, paman saya kecelakaan, terus ditanya apa dapat jaminan sosial? Tidak, karena tidak ikut Jamsostek, itu mekanismenya. Itu pemahaman yang salah. Soal program Jamsostek, itu mekanismenya. Sementara jamina sosial itu adalah hak yang melekat dalam diri pekerja itu. Jadi kalau dia tidak dapat dari Jamsostek maka harus dapat dari pengusaha.

Bagaimana dengan sektor informal? Di sektor informal seperti tukang ojek, sebenarnya jamsostek sangat dibutuhkan, karena banyak kejadian tukang ojek yang mati saat bekerja. Kalau mereka tidak dilindungi oleh jaminan sosial, kasihan keluarganya. Tetapi kalau mereka menjadi peserta Jamsostek maka akan banyak kelebihan yang didapat, mulai JHT, jaminan kecelakaan kerja (JKK), ataupun jaminan kematian, bahkan mereka juga bisa ikut program JPK.

Cara untuk menjadi anggota? Mudah saja, bisa mendaftar sendiri ke Jamsostek atau mendaftar melalui wadah atau kelompok yang telah melakukan kerjasama (IKS) dengan Jamsostek.

Mengenai kualitas layanan, apa upaya Jamsostek tahun ini? Peningkatan pelayan akan dilakukan dalam tiga aspek: peningkatan kualiatas sumber daya manusia (karyawan dan jejaring pelayanan) dan peningkatan benefit Jamsostek.

Adakah penambahan produk atau program tahun ini? Untuk tahun 2009, jenis pelayana Jamsostek masih tetap meliputi program pelayanan inti (JKK, JHT, JKM, JPK), sedangkan pengembangan akan dilakukan pada program pelayanan tambahan lainnya, misalnya dana peningkatan kesejahteraan peserta (DPKP) dan program kemitraan bina lingkungan (PKBL).

Bagaimana respons terhadap program pemberian kredit perumahan kepada pekerja? Program pinjaman uang muka perumahan dan pengadaan rusunawa dan rusunami adalah salah satu prioritas juga pada 2009. serapannya meningkat dibandingkan 2007, dimana selama 2008 terealisasi 6.000 unit rumah, dengan jumlah Rp68,7 miliar.

Terkait diskusi asuransi PHK, sampai saat ini sulit diwujudkan. Sebenarnya apa yang sulit? Apakah harus mengubah undang-undang dulu? Asuransi PHK yang digagas Menakertrans pada dasarnya bertujuan sangat baik, tetapi terkendala secara teknis, antara lain sikap program yang menyerupai "program manfaat pasti" sulit memenuhi past service liabilities, juga perspektif hukum, yang cenderung mengharuskan peringkat aturan berupa undang-undang karena menetapkan kewajiban, hak dan penarikan dana masyarakat (pengusaha). Di samping itu, belum ada pihak asuransi yang mampu menyelenggarakan dengan formula yang ada pada waktu itu.

(Rahmat Baihaqi)
hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan