12/10/2011

Cara Klaim Santunan Jamsostek

Rabu, 12 Oktober 2011, Poskota.co.id -

Rabu, 12 Oktober 2011

Harian Pos Kota bekerjasama dengan PT Jamsostek (Persero) menghadirkan Rubrik Info Jamsostek setiap Hari Rabu. Pembaca dapat mengirimkan pertanyaan melalui SMS online ke nomor 0811146770 dan dapat membaca rubrik ini di Pos Kota online dengan mengklik poskota.co.id atau poskotanews.com setiap hari

1. Pertanyaan ; Adik saya dulu peserta jamsostek namun sekarang sudah meninggal. Apa syarat2 yang diperlukan untuk mengambil santunannya. (0896368650XX)

Jawab : Pencairan jaminan kematian dan JHT peserta yang meninggal, ahli warisnya harus membawa identitas ahli waris seperti foto copy KTP/SIM dan Kartu Keluarga. Jika belum menikah, maka orang tua kandung yang bisa mencairkan, jika sudah menikah, maka isteri/suami. Syarat lainnya, 1. Membawa  Kartu peserta Jamsostek (KPJ) Asli tenaga Kerja yang Bersangkutan, 2. Surat keterangan kematian dari Rumah sakit/Kepolisian/Kelurahan, 3. Salinan/Copy KTP/SIM dan Kartu Keluarga Tenaga Kerja bersangkutan yang masih berlaku, 4. Surat Keterangan Ahli Waris dari Lurah/Kepala Desa setempat dan 5. Surat Kuasa bermeterai dan copy KTP yang diberi kuasa (apabila pengambilan JKM ini dikuasakan) 

2.  Pertanyaan ; Saya menjadi peserta jamsostek sejak tahun 2006 dan aktif selama 3 tahun. Tetapi saya tidak memiliki paklaring karena terkena musibah kebakaran. Apakah JHT (Jaminan Hari Tua) saya bisa diambil? (0857187629XX).

Jawab : Jika perusahaan tempat anda bekerja masih ada, sebaiknya anda meminta surat keterangan kembali dari perusahaan. Tapi jika perusahaan sudah bubar atau tutup, anda bisa membuat surat laporan kehilangan paklaring karena musibah kebakaran. Dengan surat laporan kepolisian, kartu peserta jamsostek, fotocopy KTP dan KK, anda sudah bisa mengajukan pencairan JHT.

3.  Pwrtanyaan ; Saya peserta jamsostek, mohon informasi tentang besarnya reimbursment untuk persalinan caesar karena rujukan dari dokter. Apa syarat-syarat yang harus dilengkapi. (08138778888XX).

Jawab : Jika dalam kepesertaan jamsostek anda juga diikutkan dalam program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) maka peserta atau isteri peserta bisa melakukan pemeriksaan kehamilan diklinik mitra jamsostek. Jika memang atas rujukan dokter harus melahirkan caesar di rumah sakit yang ditunjuk, maka seluruh biaya persalinan akan  ditanggung oleh PT Jamsostek.

4. Pertanyaan ; Saya menjadi peserta jamsostek selama 3 tahun dari tahun 2007. Apakah bisa diambil tanpa harus menunggu sampai 5 tahun. Saat ini saya sangat butuh uang tersebut karena sudah tidak bekerja lagi. (0858888983XX)

Jawab: Sesuai UU No.3 tahun 1993 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja, pencairan JHT dapat dilakukan oleh peserta dengan masa kepesertaan minimal 5 tahun, sudah berhenti bekerja atau sudah pensiun. Anda tinggal menunggu setahun lagi untuk mencairkan JHT lengkap dengan imbal hasil keuntungan investasi jamsostek.

5.  Pertanyaan ; Bagaimana caranya ikut program jamsostek mengingat saya hanya bekerja diperusahaan kecil dengan gaji hanya Rp1,5 juta. Tolong informasinya. (0958112252XX)

Jawab : Biasanya pendaftaran dilakukan oleh personalia perusahaan dengan iuran ditanggung oleh perusahaan dan peserta. Perusahaan tempat anda bekerja termasuk perusahaan wajib daftar karena sudah membayar gaji lebih dari Rp1 bagi seluruh pekerjanya.

6.  Pertanyaan ; Saya pekerja lepas tukang bangunan, saya mau ikut Jamsostek apa persyaratannya dan harus kemana? (0882106850XX)

Jawab : Pekerja bangunan dalam proyek pemerintah pusat atau daerah biasanya secara otomatis langsung disertakan dalam program jamsostek. Tapi jika anda ingin mendaftar, anda bisa memanfaatkan program kepesertaan bagi tenaga kerja diluar hubungan kerja (TKLHK) dengan datang ke kantor cabang Jamsostek terdekat. Akan lebih baik lagi jika anda bersama teman-teman membuat paguyuban untuk mengkoordinir pembayaran iuran yang prosentasenya  berdasarkan upah minimum setempat .

hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan