01/06/2011

Perlindungan Jamsostek Kasus Kecelakaan Kerja Masih Tergolong Tinggi

Jakarta, Rabu 01 Juni 2011, Suara Karya -

JAKARTA (Suara Karya) : Angka kasus kecelakaan kerja di Indonesia masih tinggi. Sebagian besar kasus kecelakaan kerja bahkan menimpa kelompok usia produktif. Padahal kecelakaan kerja sendiri bisa mengakibatkan cacat seumur hidup hingga kematian.

 

Direktur Operasi dan Pelayanan PT Jamsostek (Persero) Ahmad Ansyori mengatakan, selama kurun waktu lima tahun terakhir, kasus kecelakaan kerja yang dialami pekerja peserta program jaminan kecelakaan kerja (JKK) sangat fluktuatif, terutama pada 2007 yang terdapat penurunan kasus 12,46 persen dan nominal pembayaran 1,10 persen. Dari data menunjukkan, rata-rata kasus kecelakaan kerja tidak berubah, namun nilai/nominalnya mengalami kenaikan yang signifikan.

 

Pada 2008, terdapat kenaikan nominal pembayaran JKK yang cukup besar dibanding 2007 sebesar 35,57 persen. Ini dikarenakan pada akhir 2007 dilakukan peningkatan manfaat JKK. Rata-rata dalam lima tahun, pembayaran JKK per kasus mencapai Rp 3,113 juta, katanya di Jakarta, kemarin.

 

Menurut Ansyori, selama 2010, pembayaran JKK diberikan untuk 98,711 kasus atau rata-rata setiap hari terjadi lebih dari 411 kasus kecelakaan kerja. Terdapat kenaikan sebesar 2,49 persen dibanding 2009 yang sebanyak 96.314 kasus. Dengan ini, total kasus JKK dari 1978 (pertama kali JKK diselenggarakan) hingga 2010 1,9 juta kasus.

 

Sedangkan total pembayaran JKK selama 2010 mencapai Rp 401,2 miliar. Terdapat kenaikan sebesar 22,14 persen dibanding pembayaran JKK pada 2009 yang sebesar Rp 328,51 miliar. Dengan ini total pembayaran JKK dari 1978-2010 Rp 2,94 triliun. Rata-rata pembayaran JKK per kasus mencapai Rp 4,1 juta. Pembayaran JKK per kasus tertinggi berada di wilayah Kalimantan (Kantor Wilayah VII Jamsostek) sebesar Rp 10,2 juta dan terendah di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta (Kanwil V Jamsostek) sebesar Rp 2,5 juta.

 

Sementara itu, persentase kasus dibanding kepesertaan aktif sebesar 1,04 persen. Persentase tertinggi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat (Kanwil I Jamsostek) sebesar 1,73 persen. Diikuti wilayah Jawa Barat dan Banten (Kanwil IV Jamsostek) sebesar 1,56 persen.

 

Dari 98,711 kasus kecelakaan kerja, sebanyak 6,647 tenaga kerja (6,73 persen) di antaranya mengalami cacat. Ini terbagi atas 61,10 persen cacat fungsi, 38,36 persen cacat sebagian, dan 0,54 persen cacat total. Hampir di setiap hari kerja, lebih dari 27 tenaga kerja mengalami cacat. Jumlah ini menurun sebesar 6,84 persen bila dibandingkan dengan kecelakaan kerja yang berakibat cacat pada 2009 sebesar 7,135 tenaga kerja.

 

Besarnya rata-rata santunan cacat per kasus sebesar Rp 6,8 juta untuk santunan cacat fungsi rata-rata sebesar Rp 5,99 juta, santunan cacat sebagian rata-rata sebesar Rp 7,2 juta, dan Rp 59,62 juta untuk rata-rata cacat total. Dari jumlah total kecelakaan kerja selama 2010, sebanyak 2.191 kasus (2,22 persen) di antaranya meninggal. Rata-rata setiap hari kerja terjadi lebih dari 9 kasus meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Pada periode 2009 sebanyak 2,144 kasus meninggal kecelakaan kerja.

 

Selama 2010, pembayaran STMB sebanyak 637,544 hari dengan nilai sebesar Rp 24,7 miliar. Dari data tersebut diketahui bahwa rata-rata setiap bulan terdapat lebih dari 53.129 hari yang hilang. Jika sebulan 30 hari, maka setiap hari terdapat lebih dari 1,771 tenaga kerja yang tidak produktif yang disebabkan sakit karena kecelakaan kerja.

 

Terhadap kecelakaan kerja yang dilakukan perawatan, diketahui sebanyak 17,345 kasus. Ini dengan jumlah hari perawatan 98,668 hari. Jadi rata-rata setiap kasus dilakukan perawatan selama hampir 6 hari. Dari total pembayaran JKK sebesar Rp 401,237 miliar, komponen biaya perawatan dan pengobatan Rp 160,1 miliar (39,9 persen). Persentase ini turun dibanding 2009 yang mencapai 40,38 persen.

 

Di lain pihak, rata-rata biaya perawatan dan pengobatan Rp 1,621 juta. Ini masih jauh dari biaya maksimal yaitu Rp 20 juta. Sementara biaya perawatan pengobatan pada 2009 sebesar Rp 1,377 juta. Jadi pada 2010 meningkat 17,77 persen. Rata-rata penggantian biaya perawatan dan pengobatan tertinggi ada di Wilayah Kalimantan Rp 2,85 juta per kasus.

 

Dari total kasus klaim JKK sebanyak 98,711 kasus, sebanyak 35,463 kasus atau 35,9 persen di antaranya terjadi di wilayah Jawa Barat dan Banten (Kanwil IV Jamsostek). Ini dengan nominal pembayaran sebesar Rp 98,59 miliar. Pada 2009, wilayah Jawa Barat dan Banten juga membayar jaminan kecelakaan kerja tertinggi sebanyak 30.083 kasus.

((Andrian) )
hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan