05/05/2011

Layanan Jaminan Sosial Jamsostek Intensifkan Kerja Sama dengan RS

Jakarta, Kamis 5 Mei 2011, Suara Karya -

Kamis, 5 Mei 2011

JAKARTA (Suara Karya): PT Jamsostek (Persero) akan terus meningkatkan kerja sama dengan rumah sakit (RS) untuk melayani pekerja peserta yang mengalami kecelakaan kerja. Diharapkan, melalui kerja sama dengan RS ini, dampak akibat kecelakaan kerja dapat diminimalisasi.

 

Salah satunya dengan diresmikannya penggunaan Paviliun Jamsostek di RS Efarina Etaham Purwakarta, Jawa Barat. Peresmian itu dilakukan oleh Direktur Perencanaan dan Pengembangan Informasi (Renbangin) Jamsostek HD Suyono di Purwakarta, Rabu (27/4), sekaligus membuka acara sosialisasi Trauma Center Jamsostek dan silaturahmi dengan perusahaan-perusahaan yang menjadi peserta Jamsostek. Paviliun Jamsostek yang baru pertama kali didirikan di Indonesia ini akan menjadi model atau contoh kerja sama antara Jamsostek dan rumah sakit-rumah sakit di seluruh Indonesia.

 

Direktur Renbangin Jamsostek HD Suyono, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, kemarin, mengatakan, jaminan sosial memberikan perlindungan dasar untuk melindungi dan menjaga tenaga kerja dari risiko sosial-ekonomi akibat bekerja dengan pembiayaan yang terjangkau. Program jaminan sosial untuk tenaga kerja yang diselenggarakan Jamsostek meliputi jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JK), jaminan hari tua (JHT), dan jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK).

 

Program-program Jamsostek ini bermanfaat bagi tenaga kerja beserta keluarga dalam menanggulangi risiko atas kecelakaan kerja, sakit, kematian, hari tua, dan lainnya. Di antaranya, Jamsostek mendirikan TC di RS untuk menangani tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja. Terakhir bentuk pengembangannya berupa Paviliun Jamsostek yang merupakan tempat khusus di RS untuk melayani peserta Jamsostek.

 

Selama ini, program Trauma Center (TC) Jamsostek dibangun sebagai pusat penanggulangan kecelakaan kerja yang bekerja sama dengan rumah sakit. TC Jamsostek berfungsi untuk meningkatkan pelayanan perawatan dan pengobatan sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kecacatan dan kematian akibat kecelakaan kerja. Fakta menyebutkan, angka kematian dan cacat terkait penanganan dalam satu jam pertama atau biasa dikenal the golden hour.


Upaya yang tepat dan optimal dalam satu jam pertama dapat menyelamatkan 85 persen tenaga kerja yang mengalami kecelakaan dari kematian dan cacat. Kehadiran Trauma Center akan memberikan manfaat kepada tenaga kerja dan perusahaan. Trauma Center diharapkan menjadi solusi terkait masalah biaya pelayanan kesehatan dan pengadaan alat kesehatan. Ini dikarenakan pembiayaan ditanggung Jamsostek.

 

Jadi, jika ada peserta Jamsostek yang mengalami kecelakaan kerja, tidak perlu lagi mencari uang jaminan masuk rumah sakit dan langsung dapat ditangani oleh rumah sakit. Cukup menunjukkan kartu peserta Jamsostek dan surat pengantar dari perusahaan. Trauma Center Jamsostek merupakan salah satu fasilitas yang diberikan kepada perusahaan peserta Jamsostek yang tertib administrasi dan iuran, tutur HD Suyono.

 

Sementara itu, Kepala Divisi JPK Jamsostek Masud Muhammad secara khusus mengajak pekerja dan pengusaha untuk memperbaiki kualitas kondisi kerja. Tingkat kepatuhan dalam pelaksanaan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3) oleh perusahaan merupakan faktor penting untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan kerja.

 

Seperti diketahui, jumlah kecelakaan kerja di wilayah Jawa Barat dan Banten pada 2010 sebanyak 35.507 kasus, di mana 434 kasus kecelakaan kerja menyebabkan tenaga kerja meninggal dunia, 1.346 kasus menyebabkan cacat fungsional, 885 kasus cacat sebagian, 9 kasus cacat total tetap, dan 32.833 kasus sembuh. Kecelakaan kerja yang terjadi di dalam lokasi kerja sebanyak 29.062 kasus, dan sisanya di perjalanan menuju atau kembali dari tempat kerja.

 

Sebelumnya, Kemennakertrans akan mengusulkan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 1993 tentang Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja, khususnya tentang optimalisasi manfaat kepesertaan jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK). Selama ini, kepesertaan JPK bersifat opting out atau wajib bersyarat. Jika ketentuan ini dicabut, maka perusahaan wajib menjadi peserta JPK, selain jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian, dan jaminan hari tua (JHT). 

((Andrian))
hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan