18/04/2011

Menyejahterakan Pekerja lewat Jamsostek

Medan, Senin 18 April 2011, Koran Jakarta -

Senin, 18 April 2011

Suara Daerah

Kesadaran pekerja maupun perusahaan untuk masuk program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) masih sangat rendah. Di Medan, Sumatra Utara, dari sekitar 10.768 perusahaan dengan pekerja sebanyak 1.061.971 orang, baru sekitar 50 persen yang masuk program Jamsostek. Untuk mengetahui komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Medan mendorong perusahaan di wilayahnya mengikutsertakan pekerjanya masuk program Jamsostek, berikut petikan wawancara wartawan Koran Jakarta Sidik Sukandar dengan Wali Kota Medan, H Rahudman Harahap.

Sejauh mana peran Pemkot Medan mendorong perusahaan mengikuti program Jamsostek? Kami bekerja sama dengan PT Jamsostek di Medan melakukan sosialisasi tentang pentingnya program Jamsostek kepada perusahaan maupun pekerjanya. Pemkot Medan juga melakukan MoU dengan Jamsostek yang di antaranya berisi semua perusahaan di Medan wajib mendaftarkan pekerjanya dalam program Jamsostek. Kebijakan apa yang telah Anda lakukan? Kami telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh sektor usaha, baik perusahaan swasta, Badan Udaha Milik Daerah (BUMD), joint venture, Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA), yayasan dan koperasi di Kota Medan wajib mengikutsertakan pekerjanya dalam program Jamsostek.

Program yang wajib diikuti, yaitu program jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan hari tua, (JHT), jaminan kecelakaan kerja (JK) dan jaminan pemeliharaan kesehatan. Realisasinya seperti apa? Hasilnya sudah mulai tampak. Beberapa perusahaan di Medan yang sebelumnya tidak mendaftarkan pekerjanya, kini mulai sadar dan mengikutsertakan pekerjanya ke program Jamsostek.

Bahkan, perusahaan outsourcing di Universitas Sumatera Utara (USU) yang jumlahnya sekitar 700 orang mulai diikutsertakan dalam program Jamsostek. Bagaimana jika masih ada perusahaan yang membandel? Kalau di daerah lain peringatan kepada perusahaan seperti itu dilakukan dengan unjuk rasa. Di Medan, kami bersama karyawan mereka akan bubarkan perusahaan yang membandel. Lihat saja nanti.

Di Medan termasuk daerah paling banyak perusahaan yang tidak patuh dengan undang-undang termasuk UU tentang Jamsostek? Ya betul. Tetapi kan saya wali kota yang paling nakal juga. Nanti mereka akan berhadapan dengan saya. Bagaimana mendorong pekerja informalnya masuk program Jamsostek di Kota Medan? PT Jamsostek telah banyak membantu pekerja informal di kota Medan melalui dana program sosial perusahaan (corporate social responbility/ CSR).

Dana bantuan itu untuk membangun pasar tradisional. Karena itu, nantinya semua pedagang di pasar itu kita wajibkan masuk program Jamsostek. Penarikan iurannya melalui suatu wadah, misalnya koperasi pedagang pasar. Dan model seperti itu akan terus kita kembangkan ke pasarpasar tradisonal lainnya.

((N-1) )
hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan