09/02/2011

Ditemukan, Karyawan Belum Menjadi Peserta Jamsostek

Bandung, Rabu 09 Februari 2011, Gala Media -

NGAMPRAH,(GM), Komisi D DPRD Kab. Bandung Barat (KBB) melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait kepesertaan jaminan kesejahteraan sosial tenaga kerja (jamsostek) ke tiga perusahaan besar, yaitu PT Ultra Jaya, PT Royal Abadi Sejahtera, dan PT Combiphar yang berlokasi di Kec. Ngamprah dan Kec. Padalarang, Selasa (8/2). Di PT Royal Abadi Sejahtera ditemukan 300 orang karyawan outsourcing dan pegawai tetap yang belum didaftarkan ke jamsostek.

Dari hasil sidak, kita hanya menemukan karyawan yang belum masuk jamsostek di PT Royal Abadi. Perusahaan ini mempekerjakan 300 orang pegawai outsourcing yang belum masuk jamsostek. Sejumlah karyawan tetapnya juga ada yang belum masuk jamsostek. Komisi D akan menelusuri persoalan ini, apakah karyawan outsourcing itu jamsosteknya dimasukkan oleh perusahaan outsourcing-nya, kata Wakil Ketua Komisi D DPRD KBB, Asep Hendra Maulana.

Asep mengatakan, jamsostek adalah hak seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan, baik sebagai karyawan tetap maupun kontrak. Kebijakan itu sesuai dengan UU No. 39 tentang Jamsostek dan UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 99, di mana setiap pekerja berhak mendapatkan jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan hari tua (JHT), jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK), dan jaminan kematian (JK). 

Ketika di lapangan masih ditemukan ada perusahaan yang belum menyertakan karyawannya dalam kepesertaan jamsostek, menjadi sebuah tanda tanya besar, apakah pengawasan dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) yang tidak berjalan ataukah memang perusahaannya yang tidak mau rugi. Menyangkut persoalan ini, kita akan memanggil Dinsosnakertrans KBB. Kalau memang mereka terbukti lalai dalam melaksanakan fungsi pengawasannya, maka Komisi D akan memberikan teguran keras, tegasnya.

Ditegaskannya pula, bagi perusahaan yang secara sengaja tidak menyertakan karyawannya ke jamsostek, seharusnya Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinsosnakertrans bisa mem-BAP-kan dan mempidanakannya. Dijelaskan, tidak didaftarkannya pekerja ke jamsostek berpengaruh kepada pendapatan asli daerah (PAD) KBB. Pasalnya, dari setoran jamsostek ada pemasukan buat pemerintah daerah setempat. Secara otomatis apabila tidak didaftarkan, maka terjadi pengurangan PAD. 

Lebih jauh dikatakan, di KBB saat ini terdapat sekitar 360 perusahaan besar, sedang, dan kecil. Dari jumlah tersebut disinyalir belum semua perusahaan mendaftarkan karyawannya ke jamsostek. 

Karena itulah, sidak tidak hanya kepada perusahaan besar, tapi juga perusahaan kecil, katanya. 

Sementara itu, hasil sidak ke PT Ultra Jaya tidak ditemukan permasalahan seperti yang terjadi di PT Royal. Bahkan menurut Asep, tingkat keamanan kerjanya tergolong baik.

Direktur PT Ultra Jaya, Isnandar mengungkapkan, total karyawan PT Ultra Jaya sebanyak 1.149 orang dan semuanya telah didaftarkan dan ikut jamsostek. Termasuk sekitar 5 orang tenaga kerja asing yang sudah masuk asuransi di negaranya masing-masing.

Semua karyawan PT Ultra Jaya sudah terdaftar di jamsostek, sementara pegawai asingnya dijamin dengan asuransi yang dikeluarkan oleh negaranya masing-masing, kata Isnandar.

((B.104))
hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan