24/11/2010

BRI: Pinangan Ditolak Bukopin, Tak Masalah

Jakarta -

VIVAnews - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengaku tidak terbebani dengan keengganan PT Bank Bukopin Tbk mencari mitra lain dengan cara akuisisi. Pilihan itu sepenuhnya diserahkan pada manajemen Bukopin.

"Kalau ada informasi yang menyebutkan (pinangan BRI) tidak sesuai dengan mereka (Bukopin), kami tidak masalah karena pemilik punya kewenangan untuk mengatakan mau atau tidak. Silahkan berjalan apa adanya saja, kami tidak masalah," kata Direktur Utama BRI Sofyan Basir dalam Keterangan Pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di kantornya, Jakarta, Rabu 24 November 2010. Menurut Sofyan, sejak awal, keinginan BRI mengambil alih atau mengakuisisi bank pada umumnya adalah perseroan harus menjadi pemegang saham mayoritas.

"Jadi, jika ada bank yang merasa tidak sesuai dengan keinginan BRI, setiap pemilik tentunya mempunyai sejarah dan keinginan sendiri," ujarnya. Dalam kasus Bukopin, BRI mengaku sudah mengadakan pembicaraan dengan pemilik perusahaan. Namun sampai saat ini, belum pernah ada pernyataan resmi dari perseroan tersebut yang menegaskan penolakan 'pinangan' BRI. "Kepastian belum, itu tidak ada dari pemilik," kata Sofyan. Sedangkan perihal adanya ajakan diskusi dan penawaran kerja sama antara BRI dan PT Jamsostek (Persero) yang juga berminat memiliki saham Bukopin, Sofyan menegaskan ajakan melakukan pertemuan sampai saat ini belum diterimanya. Namun, ia mengakui, pembicaraan antara BRI dan Jamsostek bukan perkara sulit, mengingat keduanya merupakan perusahaan milik pemerintah. (hs)

hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan