01/06/2010

DPR Desak Pembentukan Holding BUMN Asuransi

JAKARTA (SI) - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak Kementerian BUMN untuk merealisasikan rencana pembentukan induk (holding) bagi BUMN di bidang asuransi

Sejauh ini pemerintah dinilai kurang memiliki pengawasan yang baik terhadap perusahaan asuransi pelat merah. "Kita ingin nasib perusahaan asuransi di Indonesia lebih baik. Rencana Kementerian BUMN untuk membentuk holding asuransi masih belum jelas, tolong secepatnya direalisasikan,"ujar Ketua Komisi VI DPR Nurdin Tampubolon seusai rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Jasindo,PT Jamkrindo, danPT AskrindodiJakartakemarin. Seperti diketahui, saat ini ada sembilan BUMN di bidang asuransi.

Mereka adalah PT Asabri, PT Asuransi Ekspor Indonesia (Asei), PT Jasindo, PT Asuransi Jasa Raharja, PT Asuransi Jiwasraya,PT Asuransi Kesehatan Indonesia (Askes), PT Jamsostek, PT Reasuransi Internasional Indonesia,dan PT Taspen. ‚ÄĚKita ingin nasib perusahaan asuransi di Indonesia lebih baik. Rencana Kementerian BUMN untuk membentuk holding asuransi masih belum jelas, tolong secepatnya direalisasikan,"ujar Ketua Komisi VI DPR Nurdin Tampubolon seusai rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Jasindo, PT Jamkrindo, danPT AskrindodiJakartakemarin. Nurdin mengaku, DPR belum mendengar mengenai penundaan pembentukan holding BUMN asuransi, setelah pemerintah me-mutuskan menunda pembentukan holding untuk bank-bank BUMN." Itu tidak logis.

Jika holding perbankan BUMN mundur, apa secara otomatis pembentukan holding untuk yang lain juga mundur?" ujarnya. Dia berharap, meski pembentukan holding BUMN asuransi ditunda, sinergi antarperusahaan milik negara tidak berkurang. "Tujuan utama dari holdingadalah sinergi. Misalnya,BUMN asuransi kerja sama di bidang teknologi informasi dengan Telkom, cash management dengan bank BUMN, dan kerja sama investasi dengan sekuritas BUMN," tegas Nurdin. (okezone)

hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan