23/04/2010

Jamsostek Cabang Binjai-Langkat Sosialisasi Pengusaha Ternak

Stabat, Analisa -

Sebanyak 150 pengusaha ternak yang berada di wilayah Kabupaten Langkat mengikuti sosialisasi Manfaat Program Jamsostek di gedung PKK, Stabat, Rabu (21/4).

Kegiatan sosialisasi terlaksana atas kerjasama Pemerintahan Kabupaten Langkat dan Dinas Peternakan Kabupaten Langkat dan PT jamsostek (Persero) cabang Binjai Langkat.

Dalam sambutan tertulisnya Bupati Langkat menyatakan, berdasarkan UU no 3 tahun 1992 JO Peraturan pemerintah No 14 tahun 1993 dan peraturan kementrian tenaga kerja dan transmigrasi No 12 tahun 2007 menyatakan bahwa jaminan sosial tenaga kerja atau jamsostek adalah perlindungan dasar bagi tenaga kerja dan merupakan hak Azasi manusia.

Dikatakan, atas terlaksananya sosialisasi di daerah Kabupaten Langkat oleh PT Jamsostek merupakan suatu hal yang sangat positif demi kepentingan masyarakat, karena berdasarkan data yang ada sekitar 6.675 orang tenaga kerja di Langkat belum ikut program ini.

Ditekankan bupati, sangat diharapkan kiranya PT Jamsostek cabang Binjai Langkat dapat terus melakukan komunikasi dan kordinasi dengan pihak terkait dalam upaya merekrut para perusahan atau pekerja agar ikut serta dalam program jamsostek dan terhadap Disnaker Langkat agar secara sunguh-sunguh menindak lanjuti dan melakukan tindakan tegas terhadap perusahaan yang ada di Langkat yang hingga kini belum juga mengikut sertakan tenaga kerjanya dalam program jamsostek.

Kepala Kantor PT Jamsostek (persero) cabang Binjai Langkat H Mustafa Zainal, SH mengungkapkan, sosialisasi kepada usaha ternak ini bertujuan memberikan pemahaman tentang manfaat dari program Jamsostek kepada para pengusaha ternak.

Karena, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Peternakan Kabupaten Langkat jumlah peternak keseluruhan sebanyak 2.350 usaha ternak dan bila 2.350 usaha ternak itu mengunakan tenaga kerja rata-rata 10 orang maka jumlah tenaga kerja keseluruhan mencapai 23.500 orang.

Tidak Tersentuh

Untuk itu, lanjut Mustafa, sebagaimana diketahui para pekerja usaha ternak selama ini sama sekali tidak tersentuh dan tidak pernah mendapat perlindungan program jamsostek, atas dasar itu pula kegiatan sosialisasi itu dilaksanakan.

Sebagai tahap awal tiga kelompok usaha ternak telah mengikut sertakan tenaga kerjanya dalam program jamsostek terhitung Maret 2010 yakni, kelompok ternak mufakat, kelompok usaha ternak dan kelompok terpadu.

Dijelaskannya, perkembangan pelaksanaan program Jamsostek di wilayah operasional kantor cabang Binjai meliputi, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Hamparan Perak dan Sunggal Kabupaten Deli Serdang masih banyak kendala dan permasalahan, antara lain, masih banyak terdapat perusahan yang memperkerjakan tenaga kerja atau buruh belum diikutsertakan dalam program Jamsostek.

Akibatnya, para tenaga kerja untuk memperoleh haknya sangat sulit bahkan terkadang prosesnya berbelit dan sama sekali tidak memperoleh kepastian, sering dijumpai harkat dan martabat pekerja dicurangi dan dipermainkan pihak perusahaan.

Mustafa dalam kesempatan itu juga meminta dan sangat mengharapkan Pemda melalui dinas tenaga kerja untuk melakukan Low enforcement atau penegakan hukum terhadap perusahaan yang nyata-nyata membandel tidak mengikutsertakan tenaga kerja atau buruh dalam program jamsostek, Hukum mereka dan atau cabut surat izin usahanya sebagaimana diperintah undang-undang, tegas Mustafa.

Mustafa menyatakan, jamsostek adalah hak dasar tenaga kerja, kebutuhan dasar pekerja dan merupakan hak Azasi manusia sebagai mana diamanatkan dalam UU No 3 tahun 1992 Jo Peratruran pemerintah No 14 tahun 1993 dan peraturan kementrian tenaga kerja dan transmigrasi No 12 tahun 2007, jikalau pekerja/buruh sakit, kecelakaan,meninggal dunia dan menyongsong hari tua, demikian pula bagaimana jika istri dan anak-anak pekerja mengalami sakit, siapa yang akan membiayainya atau menyantuninya.

Dalam medio Januari sampai dengan Maret 2010 PT jamsostek (Persero) kantor cabang Binjai Langkat telah membayar santunan sebesar Rp 6.549.199.657, adapun santunan atau klaim tersebut terdiri dari Jaminan Kecelakaan kerja (JKK) sebayak 148 Kasus dengan jumlah jaminan Rp. 375.853.930, Jaminan hari Tua (JHT) 1.141 kasus dan jumlah jaminan sebesar Rp 4.731.648.500, Jaminan Kematian (JKM) 43 kasus dan jumlah jaminan senilai Rp 228.000.000 dan terakhir Jaminan pemeliharaan Kesehatan (JPK) 38.955 kasus dengan jumlah jaminan sebeasr Rp 1.213.697.227. (hpg)

hari
0
0
0
jam
0
0
menit
0
0
detik
0
0
Temukan Kemudahan Di
BPJS Ketenagakerjaan